Cara Memilih Trekking Pole yang Tepat Biar Pendakian Makin Ringan dan Aman
Pernah lihat pendaki yang jalannya kelihatan lebih ringan padahal medannya sama sama nanjak curam? Kemungkinan besar salah satu rahasianya ada di tangan mereka, sepasang trekking pole yang dipakai dengan benar. Buat sebagian pendaki pemula, tongkat ini masih dianggap cuma aksesori tambahan, padahal fungsinya jauh lebih penting dari sekadar gaya di foto summit.
Di artikel ini kita bahas lengkap soal jenis, bahan, cara menentukan panjang yang pas, sampai pertimbangan sewa atau beli trekking pole buat kebutuhan naik gunungmu.
Kenapa Trekking Pole Bukan Cuma Aksesori Gaya-Gayaan
Menurut beberapa sumber panduan hiking, trekking pole bisa membantu memindahkan sebagian beban dari kaki dan lutut ke tangan dan bahu, terutama saat turun gunung yang justru lebih berat buat sendi lutut dibanding saat nanjak. Beban yang dipindahkan ini diperkirakan bisa meringankan tekanan pada lutut cukup signifikan, tergantung kemiringan jalur dan cara pemakaiannya.
Selain soal lutut, trekking pole juga membantu menjaga keseimbangan saat melewati jalur licin, menyeberangi sungai kecil, atau jalan setapak yang sempit dan berbatu. Buat pendaki yang bawa carrier berat, tongkat ini juga membantu ritme jalan supaya napas lebih stabil sepanjang perjalanan.
Pakai Satu Tongkat atau Sepasang?
Sebagian pendaki cuma pakai satu tongkat buat bantu keseimbangan seperlunya, tapi banyak panduan hiking menyarankan pakai sepasang biar beban dan keseimbangan lebih merata di kedua sisi tubuh. Kalau baru mau coba, tidak masalah mulai dari satu tongkat dulu buat merasakan manfaatnya, baru nanti nambah sepasang kalau sudah merasa cocok.
Kenalan Dulu Sama Jenis-Jenis Trekking Pole
Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya kenalan dulu sama perbedaan trekking pole berdasarkan bahan dan mekanismenya. Dua hal ini yang paling menentukan harga, berat, dan kenyamanan pemakaian.
Berdasarkan Bahan: Aluminium vs Carbon
Secara umum, trekking pole di pasaran dibuat dari dua bahan utama, aluminium alloy dan carbon fiber. Aluminium lebih umum dipakai karena harganya lebih terjangkau dan cenderung lebih tahan banting kalau sampai terjatuh atau tertekuk saat dipakai di medan berbatu. Carbon fiber lebih ringan di tangan, tapi harganya lebih mahal dan lebih rentan patah kalau kena benturan keras dibanding sekadar tertekuk.
Berdasarkan Mekanisme: Teleskopik vs Lipat
Dari segi mekanisme, ada trekking pole teleskopik yang panjangnya diatur dengan cara menarik dan mengunci per bagian, dan ada juga tipe lipat atau foldable yang dilipat mirip tiang tenda lalu dikunci pakai kabel internal. Tipe teleskopik biasanya lebih fleksibel diatur panjangnya sesuai medan tanjakan atau turunan, sementara tipe lipat lebih ringkas dimasukkan ke carrier karena bisa dilipat jadi lebih pendek.
Tabel berikut merangkum perbedaan keduanya biar lebih gampang dibandingkan.
| Aspek | Aluminium Alloy | Carbon Fiber |
|---|---|---|
| Harga | Lebih terjangkau | Lebih mahal |
| Berat | Sedikit lebih berat | Lebih ringan |
| Ketahanan benturan | Lebih tahan tertekuk atau terjatuh | Lebih rentan patah kalau kena benturan keras |
| Cocok untuk | Pendaki pemula, dipakai bergantian rame rame | Pendaki yang mengutamakan bobot carrier seringan mungkin |
Cara Menentukan Panjang Trekking Pole yang Pas
Panjang trekking pole yang pas berpengaruh besar ke kenyamanan pemakaian. Salah satu patokan umum yang sering dipakai adalah memastikan siku membentuk sudut sekitar 90 derajat saat pegangan tongkat digenggam dan ujung tongkat menyentuh tanah, dengan posisi berdiri tegak di permukaan datar.
Sebagai gambaran kasar, sebagian panduan hiking menyarankan tinggi badan dikalikan sekitar 0,68 sampai 0,70 sebagai perkiraan awal panjang tongkat yang pas, lalu disesuaikan lagi pas dicoba langsung. Saat medan menanjak, panjang tongkat biasanya dipendekkan sedikit, sementara saat menurun bisa dipanjangkan supaya jangkauannya lebih nyaman.
Buat trekking pole tipe teleskopik, kelebihannya adalah panjangnya bisa disesuaikan buat beberapa orang dengan tinggi badan berbeda beda, jadi cocok juga kalau tongkatnya dipakai bergantian sama teman serombongan.
Sewa Dulu atau Langsung Beli? Ini Pertimbangannya
Buat yang baru mau coba pakai trekking pole atau cuma butuh sesekali pas ikut acara pendakian bareng teman, menyewa bisa jadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding langsung beli. Tapi buat yang sudah rutin naik gunung, membeli unit sendiri biasanya lebih hemat dalam jangka panjang karena bisa dipakai berkali kali tanpa biaya tambahan tiap perjalanan.
Sebagai gambaran, berikut beberapa pilihan trekking pole yang tersedia di Jakra lengkap dengan harga sewa per hari dan harga jualnya, biar bisa dibandingkan langsung sesuai kebutuhan dan budget.
| Produk | Tipe | Harga Sewa per Hari | Harga Jual |
|---|---|---|---|
| Trekking Pole 135cm | Teleskopik, aluminium alloy | Rp12.000 | Rp48.000 |
| Trekking Pole Lipat | Lipat (foldable), aluminium alloy 6061 | Rp18.000 | Rp142.500 |
| Trekking Pole Aluminium 120cm - 7075 | Lipat (foldable), aluminium alloy 7075 | Rp25.000 | Rp148.000 |
Harga dan ketersediaan stok di atas bisa berubah sewaktu waktu, jadi tetap disarankan cek langsung ke jakracampgear.com atau halaman kategori aksesoris sebelum berangkat, sekalian pastikan unit yang diinginkan masih tersedia buat tanggal pendakianmu.
Tips Merawat Trekking Pole Biar Awet
Setelah dipakai, ada baiknya trekking pole dilap dulu buat membersihkan lumpur atau pasir yang menempel di bagian bawah dan sela sela sambungan sebelum disimpan. Kalau tongkat basah kena hujan atau embun, keringkan dulu sebelum dilipat dan dimasukkan ke sarungnya, supaya bagian dalam sambungan tidak lembap dan berkarat.
Cek juga bagian ujung tongkat atau tip secara berkala, karena bagian ini yang paling sering aus karena bergesekan langsung dengan bebatuan dan tanah keras. Kalau sudah terlalu tumpul atau licin, sebagian tip trekking pole bisa diganti tanpa perlu beli satu set baru.
Penutup
Trekking pole yang tepat bisa jadi teman jalan yang bikin pendakian terasa lebih ringan dan lebih aman, apalagi buat jalur dengan tanjakan dan turunan panjang. Sebelum berangkat, sesuaikan dulu jenis bahan, mekanisme, dan panjang tongkatnya sama kebutuhan dan medan yang bakal dilalui.
Kalau belum punya trekking pole sendiri atau cuma butuh buat satu kali perjalanan, beberapa pilihan di atas bisa disewa langsung di Jakra Camp Gear buat pendakian di sekitar Bandung dan Jawa Barat. Kalau ada cerita atau insight asli soal gear tertentu yang mau dibagikan, cerita saja kapan pun biar artikel berikutnya bisa makin personal dan makin nyambung sama pengalaman lapangan langsung.
