Kembali ke Blog
    Tips

    Cara Merawat Tenda Setelah Camping Biar Gak Bau, Jamuran, dan Awet Lama

    08 Sep 20266 menit

    Dari sekian banyak alat camping yang ada di Jakra, tenda adalah yang paling sering ditanyakan penyewa. Mulai dari soal ukuran, kapasitas, sampai satu pertanyaan yang jarang disadari pentingnya, yaitu gimana cara ngerawat tenda biar gak cepat rusak atau bau apek. Padahal cara ngerawat tenda ini justru yang paling nentuin apakah tenda bisa dipakai bertahun-tahun atau malah harus diganti dalam semusim aja.

    Kebetulan, di Jakra sendiri ada SOP internal khusus buat cleaning dan quality control tenda, yang dipakai setiap kali tenda balik dari penyewa sebelum disewakan lagi ke orang berikutnya. Beberapa poin penting dari SOP itu ternyata bisa banget dipakai buat siapa aja yang punya tenda sendiri di rumah. Yuk simak lengkapnya.

    Kenapa Tenda Gak Bisa Dicuci Sembarangan

    Beda dari baju atau jaket biasa, tenda punya lapisan coating waterproof, biasanya berbahan polyurethane atau PU, yang gampang rusak kalau kena bahan kimia yang salah. Yang bikin coating ini rontok bukan cuma umur pemakaian, tapi juga kebiasaan cuci yang keliru.

    Ada empat jenis kandungan yang paling sering jadi biang kerok kerusakan coating.

    Pertama, pemutih optik yang biasa ada di deterjen bubuk, bikin partikel menempel di serat kain dan mempercepat degradasi akibat sinar matahari. Kedua, enzim yang biasa ada di deterjen pengangkat noda, justru menyerang lapisan coating itu sendiri. Ketiga, pelembut atau pewangi tahan lama, meninggalkan lapisan lilin tipis yang bikin kain menyerap air, padahal fungsinya harusnya menolak air. Keempat, sabun dengan alkali tinggi seperti sabun colek atau produk pemutih, bisa menghidrolisis coating PU sampai rusak permanen.

    Kalau mau gampangnya, hindari deterjen bubuk biasa (semacam Rinso, Attack, So Klin, Daia), sabun colek atau sabun batang cuci, pemutih (Bayclin, Proklin, dan sejenisnya), pelembut atau pewangi pakaian (Molto, Downy), serta karbol atau disinfektan (Wipol, Superpell). Semua ini aman buat cucian baju sehari-hari, tapi gak cocok buat tenda dan produk berlapis coating waterproof lainnya.

    Sabun yang paling aman dipakai buat cuci tenda adalah sabun lerak cair murni atau produk cuci khusus outdoor gear seperti Nikwax Tech Wash. Lerak membersihkan lewat saponin, surfaktan alami yang bebas pemutih optik, enzim, softener, dan fosfat, dengan pH sedikit asam di kisaran 5 sampai 6 yang justru bersahabat sama coating PU.

    Kalau ragu sama sabun yang ada di rumah, ada trik sederhana buat ngetesnya sebelum dipakai ke seluruh tenda. Cuci potongan kain kecil di bagian tersembunyi tenda, misalnya di flap dalam atau footprint, lalu keringkan sampai benar-benar kering. Setelah itu, teteskan air ke kain tadi. Kalau air membentuk butiran bulat dan gak langsung menyerap, artinya sabun itu aman. Tapi kalau air langsung menyerap dan kain terlihat menggelap, artinya sabun itu mengikis lapisan anti air, dan sebaiknya jangan dipakai lagi.

    Langkah Bersihin Tenda Setelah Dipakai

    Beberapa langkah dasar yang bisa diikuti di rumah.

    Pertama, hilangkan kotoran kering dulu. Kibas-kibaskan tenda dan lepaskan pasir atau tanah sebelum kena air, karena pasir yang sudah basah justru bisa menggores lapisan coating kalau digosok.

    Kedua, basahi secukupnya, jangan direndam. Tenda cukup dibasahi dengan air bersih, bukan dicelup atau direndam lama.

    Ketiga, aplikasikan sabun dengan lembut. Pakai spons lembut atau kain microfiber, usap searah, dan jangan ditekan keras terutama di area coating. Takaran yang biasa dipakai sekitar 20 ml sabun lerak cair untuk 1 liter air bersih, dan itu sudah cukup, gak perlu ditambah banyak biar makin berbusa.

    Keempat, bilas sampai benar-benar bersih. Patokan lulus bilas bukan soal banyak sedikitnya busa, tapi kain yang sudah gak terasa licin lagi. Kalau masih licin, berarti masih ada sisa sabun yang justru bisa menarik air ke kain.

    Kelima, cek ulang. Kalau masih ada noda membandel, bersihkan titik itu saja secara spot cleaning, jangan menaikkan takaran sabun untuk seluruh tenda.

    Hindari mesin cuci, mesin pengering, air panas di atas 30 derajat, dan sikat kawat atau gosokan keras. Kombinasi kebiasaan ini yang paling sering bikin tenda, baik tenda sewaan maupun tenda pribadi, rusak lebih cepat dari seharusnya.

    Pengeringan, Tahap yang Paling Sering Diremehkan

    Ini bagian yang menurut pengalaman ngurus tenda di Jakra justru paling sering dilewatkan orang. Banyak yang mengira tenda sudah kering kalau permukaannya sudah gak kelihatan basah, padahal titik-titik tertentu seperti jahitan, sudut lipatan, webbing, dan bagian bawah tenda biasanya jadi yang paling terakhir kering.

    Salah satu cara sederhana buat mengecek adalah menempelkan punggung tangan ke titik-titik itu. Kalau masih terasa dingin, artinya masih ada air yang menguap dan tenda belum benar-benar kering. Kalau suhunya sudah sama dengan udara sekitar, baru bisa dibilang kering. Trik ini gampang banget, bahkan bisa diajarkan ke orang yang baru pertama kali pegang tenda dalam waktu kurang dari semenit.

    Tenda juga sebaiknya dijemur dalam kondisi terbentang penuh, flysheet dan bagian dalam sama-sama terbuka, di tempat teduh yang berangin, bukan langsung di bawah terik matahari. Paparan sinar UV langsung yang terlalu lama justru bisa merusak serat kain, jadi cukup maksimal satu sampai dua jam kena matahari langsung kalau memang perlu. Aliran udara lebih penting daripada panas buat mempercepat kering.

    Soal Packing, Ini Kesalahan yang Paling Sering Bikin Tenda Cepat Rusak

    Kesalahan paling umum dan paling fatal adalah melipat tenda sebelum benar-benar kering. Kelembapan yang terperangkap di lipatan tenda bisa memicu rantai kerusakan yang jalan satu arah, mulai dari lembap, lalu jamur, lalu bau apek, lalu coating rusak, sampai akhirnya tenda jadi gak layak pakai lagi. Begitu coating rusak karena jamur, gak ada proses cuci yang bisa mengembalikannya seperti semula.

    Kesalahan lain yang cukup sering adalah melipat tenda dengan pola lipatan yang sama persis setiap kali. Lipatan yang berulang di garis yang sama lama-lama bikin coating retak di sepanjang garis itu, dan retakan itu biasanya jadi titik bocor pertama. Solusinya sederhana, coba variasikan pola lipatan setiap kali packing biar tekanan gak selalu jatuh di garis yang sama. Hindari juga memasukkan benda tajam bersama kain tenda ke dalam carry bag, dan jangan menekan terlalu keras saat memasukkannya.

    Cara Simpan Tenda Biar Gak Jamuran

    Setelah bersih dan kering sempurna, penyimpanan juga menentukan umur tenda. Idealnya tenda disimpan di tempat yang kering, gak kena hujan atau sinar matahari langsung, dan punya sirkulasi udara yang baik. Simpan di karung kain atau tas yang longgar, bukan plastik rapat, karena uap air yang mungkin masih tersisa butuh jalan keluar untuk kabur. Taruh di rak, bukan langsung di lantai.

    Kalau tendanya jarang dipakai dan disimpan lama, coba jadwalkan cek rutin sebulan sekali. Buka tasnya, keluarkan, dan cium baunya. Bau apek adalah tanda peringatan dini sebelum jamur benar-benar kelihatan, jadi lebih baik ketahuan dari baunya dulu daripada nemu jamur pas mau dipakai camping.

    Kalau Tenda Sudah Kadung Bau Apek atau Berjamur

    Kalau tenda sudah terlanjur berjamur ringan, masih ada cara buat mencoba menyelamatkannya. Larutkan cuka putih dengan air dengan perbandingan 1 banding 4, usapkan ke bagian yang berjamur, diamkan sebentar, sikat lembut, lalu bilas sampai bersih. Pakai masker saat mengerjakan ini karena spora jamur bisa terhirup waktu kain dikibaskan atau disikat, dan sebaiknya dikerjakan terpisah dari tenda lain yang masih bersih supaya spora gak menular. Setelah itu, jemur di tempat teduh yang berangin sampai benar-benar kering sebelum disimpan lagi.

    Tapi kalau setelah dicoba dua kali coating-nya masih terasa lengket, mengelupas, atau baunya gak hilang juga, itu tandanya jamurnya sudah menang dan gak bisa dipulihkan lagi. Daripada dipaksakan terus dicuci berulang kali, lebih baik ikhlaskan tenda itu untuk pensiun atau dialihkan buat keperluan lain yang gak butuh fungsi waterproof-nya lagi.

    Ringkasan Cepat

    Cuci pakai sabun lerak murni atau produk khusus outdoor gear, jangan deterjen atau pemutih pakaian biasa. Jangan mesin cuci atau mesin pengering. Keringkan sampai benar-benar kering, cek pakai tes punggung tangan di titik jahitan dan lipatan. Jangan pernah melipat tenda dalam kondisi masih lembap. Variasikan pola lipatan setiap packing. Simpan di tempat kering dan berventilasi, pakai tas longgar bukan plastik rapat, dan cek rutin kalau jarang dipakai.

    Penutup

    Merawat tenda memang butuh sedikit effort ekstra dibanding sekadar dicuci dan dijemur asal-asalan, tapi hasilnya sepadan. Tenda jadi lebih awet, gak gampang bau, dan bebas jamur. Kalau kamu belum sempat menerapkan rutinitas ini di tenda sendiri, atau justru belum punya tenda dan masih mau coba dulu sebelum beli, tenda-tenda di Jakra selalu melewati proses cleaning dan quality control sebelum disewakan lagi, jadi kondisinya terjamin bersih dan siap pakai setiap kali kamu sewa. Cek pilihan tendanya di jakracampgear.com.

    Komentar (0)

    Masuk untuk berkomentar
    Memuat komentar...